Minggu, 17 April 2016

RESENSI NOVEL “PERAHU KERTAS”



I.                  Identitas Buku
Judul buku                          : Perahu Kertas
Penulis                               : Dewi Lestari “Dee”
ISBN                                 : 978-979-1227-78-0
Penerbit                             : Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
Editor                                : Hermawan Aksan
Cetakan                             : I, Agustus 2009
Tebal                                 : XII + 444 halaman; 20 cm
Tahun Terbit                      : 2010
Jumlah Halaman                : 444 halaman
 Harga                               : Rp 69.000,-




II.               Sekilas Tentang Penulis


Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumni SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.

Salah satu novel karya Dee yang sangat laris adalah Perahu Kertas. Perahu Kertas merupakan novel keenam Dee. Setelah sukses memikat hati para pembaca dengan buku tritologi Supernova-nya, Dee meluncurkan sebuah novel berjudul Perahu Kertas, yang sempat mati suri selama sebelas tahun karena dilupakan. Namun, akhirnya, novel ini berhasil diselesaikan dalam waktu 55 hari berkat kegigihan dan kenekatan seorang Dee.

III.           Cerita Singkat
Dimulai dari kisah seorang remaja bernama Keenan, yang baru saja lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal bersama neneknya di Amsterdam. Namun karena perjanjian dengan ayahnya, Keenan terpaksa pulang ke Indonesia dan berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi. Sementara Keenan sendiri sangat tidak menginginkannya dan lebih memilih untuk menjadi seorang pelukis dibandingkan seorang businessman. Keenan memiliki bakat melukis yang kuat dari ibunya dan dia tidak mempunyai cita-cita lain selain menjadi pelukis. 

Sementara, di sisi lain, ada Kugy, seorang gadis unik yang cenderung banyak kejutan di dalam kehidupannya. Kugy juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. 

Tak jauh berbeda dengan Keenan, Kugy pun mempunyai cita-citanya sendiri, yaitu menjadi juru dongeng. Kugy sangat menggilai dongeng. Tak hanya mengkoleksi buku-buku dongeng dan punya taman bacaan, Kugy juga sangat senang menulis dongeng. Walaupun Kugy yakin menjadi seorang juru dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan yang akan diterima dengan mudah oleh khalayak umum. Akan tetapi, Kugy tak ingin lepas begitu saja dari dunia tulis menulis, Kugy lantas meneruskan pendidikannya di Fakultas Sastra. Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko merupakan sepupu Keenan. Sementara Noni merupakan teman Kugy sejak mereka berdua masih kecil. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib. 

Lambat laun, Kugy dan Keenan saling mengagumi dan tanpa mereka sadari mereka saling jatuh cinta, tanpa pernah ada kesempatan untuk saling mengungkapkan, dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan.  Kugy sudah mempunyai pacar bernama Ojos (panggilan yang semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu sedang dicomblangkan oleh Wanda, seorang kurator muda, yang merupakan sepupu Noni. Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang sejak adanya Wanda. 

Kugy lantas menjalani kegiatannya yang baru dan sibuk dengan kegiatan itu, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah Kugy bertemu dengan Pilik, muridnya yang nakal namun kelihatan cerdas. Pilik dan kawan-kawannya berhasil ditaklukan oleh Kugy dengan cara, ia membuatkan mereka kisah petualangan dengan mereka sebagai tokohnya, yang diberi judul: Jendral Pilik dan Pasukan Alit.  Kugy menuliskan kisah petualangan murid-muridnya itu di sebuah buku tulis, yang kelak diberikan kepada Keenan. 

Hubungan Keenan dan Wanda yang semula mulus, akhirnya hancur dalam semalam. Begitu juga dengan impian Keenan yang selama ini ia bangun dan perjuangkan, kandas dengan cara yang mengejutkan bersamaan dengan hancurnya hubungan ia dengan Wanda. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung dan keluarganya di Jakarta, lalu pergi ke Ubud dan tinggal bersama Pak Wayan yang merupakan sahabat ibunya. 

Hari-hari bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman yang cukup disegani di Bali, sedikit demi sedikit mulai mengobati hati Keenan. Sosok yang sangat berpengaruh dalam penyembuhannya yaitu Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan pun akhirnya mulai bisa melukis lagi. Berbekal kisah petualangan Jendral Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan oleh Kugy, Keenan membuat lukisan-lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para korektor. 

Kugy, yang kesepian dan kehilangan sahabat-sahabatnya di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia cepat-cepat lulus kuliah dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywritter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius Aditya, atasan yang sekaligus sahabat abangnya, Karel. Dengan cara yang tak terduga karier Kugy naik daun dan menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu karena pemikirannya yang ajaib dan serba spontan. 

Namun sosok Remigius tidak melihat Kugy dari sisi itu. Remi menyukai Kugy tidak hanya dari ide-idenya, tapi juga semangat dan sisi keunikan Kugy. Dan akhirnya Remi pun harus mengakui bahwa ia jatuh hati kepada Kugy. Sebaliknya, ketulusan Remi meluluhkan hati Kugy dan membuatnya memilih Remi.

Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, memaksanya untuk pulang ke Jakarta dan harus menjalankan perusahaan ayahnya karena tidak mempunyai pilihan lain. Pertemuan antara Keenan dan Kugy tidak bisa terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi dan bercanda seperti masa-masa jayanya dulu. Semuanya dengan kondisi yang berbeda. Dan kembali hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa memasrahkan dirinya kemana aliran cinta membawanya.


IV.            Unsur Intrinsik
  1. Tema
Tema yang diangkat tentang persahabatan, cinta, dan kekeluargaan.
  1.  Alur
Jika dilihat dari jalan ceritanya, novel ini menggunakan alur cerita maju-mundur.
  1. Sudut Pandang
Dalam Novel Perahu Kertas ini, sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tunggal. 
  1. Penokohan
Penggambaran tokoh dalam novel ini begitu kreatif dan jelas. Terdapat tokoh yang memegang peran dominan dalam novel ini yaitu protagonis dan titragonis
  1. Gaya Bahasa
Kata-kata yang ditulis ringan dan gaya bahasanya sangat menyesuaikan denganperkembangan masyarakat modern. Selain itu, bahasa yang digunakan juga memiliki makna dan berisi.
V.               Kekurangan dan Kelebihan
Kelebihan:
Ø Kelebihan pada novel ini adalah penulis menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari kisah hidup tokoh terutama tentang mimpi.

Ø  Keunggulan Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah di pahami. Penggambaran tokoh dapat secara rinci di gambarkan. Ukuran tulisan yang digunakan juga cocok untuk pembaca.

Ø  Keunikan pada novel ini adalah pada kepribadian dari kedua tokoh utama sangat unikd an menarik.

Kekurangan:
  • ·       Kekurangan pada novel ini adalah penulis terlalu banyak memunculkan konflik sehingga pembaca seolah menemukan titik jenuh dan dapat menebak akhir cerita. Pada akhir ceritanya-pun juga tidak dijelas kanapa yang terjadi pada kedu atokoh utamanya.
  • ·         Kelemahan pada novel ini adalah penulis memberikan banyak konflik yang sedikit membingungkan.
VI.            Kesimpulan
Simpulan:
  • Penulis dapat memberikan pelajaran hidup bag pembaca.
  • Penulis juga dapat menceritakan dengan rinci kepribadian setiap tokoh.

kelompok 14 :
Nur Rini Afriani (16113627)
Putri Rachmawati (17113035)

Minggu, 20 Maret 2016

Gadis Terlantar



Gadis kecil tertunduk lesu
Tatapan sendu beratap kelabu
Wajah pucat tersapu debu
Sampai kapan ia di situ

          Kaki kecil menyeret beban
          Terombang-ambing tak karuan
          Ingin hati tetap bertahan
          Namun tak sepadan dengan keadaan

Berjuta tatapan seolah mencaci
Tak kenal waktu Ia tetap bekerja senang hati
Mengais-ngais sia makanan
Demi perut yang meraung kelaparan

          Akankah ia terus seperti ini
          Berjuang sendiri tak ada yang menemani
          Gadis terlantar, Malang sekali dirimu
          Teruslah berjuang dikerasnya kehidupan ini
-Putri.R-

ABSTRAKSI

Kelompok 14:
Nur Rini Afriani
Putri Rachmawati


DEFINISI
Abstraksi adalah Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. 
Ciri-ciri abstraksi :
1.      Abstraksi merupakan sebuah ringkasan dari hasil penelitian.
2.      Abstraksi ditulis satu spasi, jumlah +/- 10 sampai dengan 200 kata (1halaman).
3.      Abstraksi berisikan pertanyaan dan tujuan penelitian, metode analisis, dan penutup.

MANFAAT
Abstrak dipakai untuk :
1.      Menghemat waktu pembaca dokumen aslinya.
2.      Memperbanyak jumlah bacaan yang dapat dibaca jangka waktu yang sama.
3.      Mempermudah seleksi bacaan karena dengan mambaca judul-judul saja belum diketahui dengan jelas seluruh isi karangan.
4.      Membantu menghilangkan kesulitan bahasa dalam membaca karangan aslinya.
5.      Meningkatkan efisiensi pembuatan indeks.
6.      Membantu pembuatan tinjauan pustaka.

TUJUAN
a.       Informatif : memberikan informasi dan kualitatif atau kuantitatif.
b.      Deskriptif : merupakan definisi dari ringkasan asli; tidak mengandung data sebnyal karangan aslinya. Biasanya dipakai untuk karangan yang panjang.
c.       Modular : dipakai untuk berbagai keperluan dan dapat terdiri dari bermacam-macam modul yang mencakup anotasi, abstrak informative, serta abstrak kritik.

JENIS ABSTRAK
1. Abstrak Informatif
Merupakan abstrak dokumen yang terpenting, sangat umum, informasi kuantitatif dan kualitatif.
Ciri-cirinya : menyajikan hasil isi dan prinsip-prinsip dari hasil kerja (tujuan,metode), kesimpulan dari artikel asli secara jelas, untuk orientasi pembaca yang tidak dapat mengakses dokumen aslinya. Abstrak informative dibuat sesempurna mungkin namun tidak mengubah makna/isi dari dokumen/artikel aslinya. Sehingga abstrak ini lebih panjang daripada jenis abstrak lainnya. Biasanyamakalah/artikel majalah menghasilkan 100 hingga 250 kata,sedangkan laporan dan tesis sekitar 500 kata.

2. Abstrak Indikatif
Menunjukan isi sebuah artikel dan berisi pernyataan umum tentang sebuah dokumen, tanpa disertai informasi terperinci mengenai hasil tujuan serta data kuantitatif. Biasanya untuk dokumen diskusi, tinjauan literature, prosiding komerensi, dan esei.

Yang perlu dihindarkan dalam membuat abstrak :
1.      Mengubah pengertian artikel aslinya.
2.      Memberikan komentar/tafsiran dari arti artikel asli.
3.      Jangan menyertakan hasil-hasil secara rinci.
4.      Jangan menyebutkan pekerjaan yang akan datang.
5.      Jangan mengungkapkan yang berbelit-belit.
6.      Jangan menyertakan istilah yang sulit dimengerti
7.      Jangan menghamburkan kata yang sudah nyata.
8.      Jangan mengulang sesuatu lebih dari satu kali
9.      Jangan menggunakan gaya bahasa yang kaku.

Referensi: